Kisah Mistis di Balik Kesenian Ondel-Ondel Si Maskot Ibukota Jakarta

Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, tentu sangat akrab dengan ikon yang satu ini. Tinggi besar dan berpasangan, ya inilah Ondel-Ondel, sebuah maskot yang tidak pernah lekang oleh waktu dan selalu hadir dalam acara-acara besar di ibu kota.

Boneka ondel-ondel ini sebenarnya terbuat dari kertas dengan ukuran tingginya sekitar dua setengah meter. Bentuknya yang berwarna-warni, ondel-ondel selalu tampil berpasangan. Kerangka ondel-ondel ini terbuat dari anyaman bambu sehingga ringan untuk dipikul.

Bagian kepalanya dibuat topeng, sedangkan rambutnya terbuat dari ijuk yang dibalut dengan kertas berwarna-warni sehingga mirip dengan rambut. Namun di balik penampilannya yang unik, pertunjukan ondel-ondel ini juga memiliki sejarah.

Ondel-ondel
Sebelum diberi nama ondel-ondel, boneka ini disebut Barongan, namun tidak ada yang tahu pasti arti kata tersebut. Mungkin berasal dari kata Barengan yang berarti bareng-bareng atau bersama-sama. Dulunya sebelum pertunjukan, ondel-ondel biasanya minta madat.

Namun karena madat atau ganja dilarang, sebagai gantinya ondel-ondel diberikan rokok lisong, dengan cara ditempelkan di mulutnya. Ondel-ondel pun sering digunakan untuk menolak bala atau roh jahat. Menurut kepercayaan orang Betawi wabah seperti misalnya cacar akan hilang setelah orang-orang mengarak ondel-ondel keliling kampung.

Berkaitan dengan fungsinya, pembuatan ondel-ondel biasanya melalui proses ritual tertentu. Sebelum proses pembuatan dimulai, pengrajin ondel-ondel akan menyediakan aneka sesaji berupa kemenyan, kembang tujuh rupa dan bubur sumsum. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar pembuatan ondel-ondel berjalan lancar dan roh yang bersemayam di boneka adalah roh baik.

Ondel-ondel pada pembukaan Hotel Des Indes, Batavia 1923/Jakartapedia.bpadjakarta.net
Pembuatan ondel-ondel dengan ritual mistis itu masih berlangsung sampai 1980an. Tapi setelah itu, proses ritual mulai ditinggalkan sejalan dengan bergesernya fungsi ondel-ondel. Seiring perkembangan zaman, ondel-ondel digunakan untuk menambah semarak pesta-pesta rakyat, hajatan, perkawinan atau khitanan, serta untuk penyambutan tamu kehormatan.

Terlepas dari itu, boneka raksasa diperkirakan sudah ada sejak atau bahkan sebelum Vereenigde Oostindische Compagnie  masuk ke Nusantara. Seorang pedagang asal Inggris bernama W. Scot mencatat dalam bukunya, jenis boneka seperti ondel-ondel sudah ada pada tahun 1605.

Namun karena perbedaan kultur dan budaya, Scot melihat tradisi Betawi terlihat asing di matanya. Sehingga bentuk penyampaian lisan maupun tulisan hanya berupa gambaran kasat mata saja, dan mengambil istilah yang releval dengan bahasa bangsanya.

Lalu menurut E.R Schidmore, orang Amerika yang datang ke Batavia di penghujung abad ke-19, melaporkan dalam bukunya, 'Java, The Garden Of The East', tentang adanya pertunjukan seni di Betawi berupa tarian-tarian di jalanan.

Karena perbedaan latar budaya dan tradisi, Schidmore tidak menyebut secara jelas apa jenis tarian yang bermain di jalanan itu. Namun diperkirakan itu adalah ondel-ondel.

Baca Juga :
  1. Mau Tahu Bagaimana Radiasi Nuklir Merenggut Nyawa Kamu? Ini Penjelasannya!
  2. Nauzubillahiminzalik, Suami Yang Biarkan Istrinya Tak Berhijab, Tak Akan di Lihat Oleh Allah Di Akhirat Kelak
  3. Bikin Baju Awet Sampai Usir Bau, Inilah 10 Manfaat Lain Dari Garam Meja
  4. Astaga, Kejamnya Hukuman Buat Pembantu ini, Ribuan Netizen Kutuk Sang Majikan
  5. Ternyata Ada Kegiatan Hura-Huramu Yang Membuat Kamu Mempunyai Umur Panjang!

(Ref: sandk, catatansandk.net, otonomi.co.id, wikipedia.org, berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.