Inilah 8 Kecerobohan Yang Sering Dilakukan Oleh Orang Pintar!

Baca juga:

Pintar adalah sebutan untuk orang yang teratur dan disiplin yang membuat apa yang diperintahkan. Orang yang pintar melakukan segala sesuatunya dengan baik dan mampu mencerna dengan sempurna. 

Pasti kamu pernah menemukan beberapa orang pintar yang secara hasil kurang produktif. Mereka sering kerja keras bahkan sampai tingkat stress dan kelelahan, tapi tidak ada perkembangan yang sangat signifikan. Mungkin bisa jadi itu kamu? Dilansir dari marcandangel, Inilah 8 Kecerobohan yang sering dilakukan oleh orang pintar!

1. Kamu bingung membedakan antara sibuk dengan produktif

Sibuk dengan produktif
Dalam buku The 4-Hour Workweek karya Tim Ferris dijelaskan bahwa kebanyakan aktivitas itu gak membawa perubahan besar. Menyibukkan diri adalah tanda kemalasan mental atau kemalasan berpikir. Kesibukan jadwal itu seakan meningkatkan kepercayaan dirimu ibarat orang penting. Padahal itu cuma ilusi, karena kamu ibarat hamster yang berlari di dalam roda.

Solusi: Pelankan langkahmu dan bernafaslah. Tinjau ulang komitmenmu dan mantapkan prioritasmu. Lakukan segala sesuatunya satu demi satu. Mulai beraktivitas sekarang. Beristirahatlah sejenak selama 2 jam dan ulangi terus siklusnya.

2. Kamu menghabiskan waktu berusaha meraih prestasi-prestasi “palsu”

Meraih prestasi palsu
Perkembangan diri itu sehat, karena perkembangan diri adalah pencapaian. Dengan catatan perkembangan diri yang kamu lakukan itu benar-benar asli. Banyak orang yang menghalalkan segala cara demi Curriculum Vitae yang bagus, sampai melebih-lebihkan prestasi yang sebenarnya cukup remeh. Bisa juga dengan asal meminta sertifikat dan piagam dari sana sini padahal tidak benar-benar berpartisipasi atau berkontribusi.

Solusi: Sederhananya, tanya pada dirimu sendiri: apakah aktivitas-aktivitas ini membawa perubahan terukur yang positif dalam hidupku atau hidup orang lain? Apakah itu bisa benar-benar membuatku meraih tujuanku dengan baik? Apakah nantinya aku akan tetap nyaman dengan segala konsekuensi prestasi-prestasi palsu ini? Jika salah satu saja jawabannya tidak, ya jangan dilakukan.

3. Kamu belajar tentang sesuatu atau cara melakukan sesuatu, tapi tidak pernah menerapkannya

Tidak pernah menerapkan
Hal yang menyedihkan adalah makin lama makin sedikit orang yang benar-benar mencapai kehidupan sesuai yang ia impikan. Sebenarnya cuma ada satu alasan jelas: mereka tidak pernah mengambil tindakan! Menguasai ilmu sesuatu tidak menandakan bahwa kamu berkembang, perkembangan itu baru terjadi di dirimu ketika kamu menyadari sendiri bahwa ada perubahan-perubahan baik dalam hidupmu.

Solusi: Sukses bergantung pada tindakan sederhana untuk membuat keputusan dalam hidup. Ini penting untuk lebih mengenal dirimu sendiri dalam proses mengejar tujuanmu. Jadi, buat keputusan itu. Dan ambil tindakan.

4. Kamu menggunakan parameter yang salah dalam mengukur perkembangan usaha atau perjuangan mereka menuju tujuan

Menggunakan parameter yang salah
Kamu tidak dapat mengontrol apa yang tidak bisa kamu ukur dengan tepat, dan apa yang kamu ukur bisa memprediksi masa depanmu sendiri. Jika kamu berpatokan pada hal-hal yang salah, kamu akan sepenuhnya buta terhadap peluang-peluang potensial saat muncul di hadapanmu.

Solusi: Sebaiknya kamu meluangkan waktu untuk mengidentifikasi tujuan nomor satumu, mengidentifikasi hal-hal yang paling penting untuk kamu tuju dan kemudian mulai bertindak dengan segera. Setiap minggu, masukkan angka-angka ke dalam spreadsheet dan gunakan data untuk membuat grafik tren mingguan atau bulanan, sehingga kamu dapat memvisualisasikan kemajuanmu. Kemudian selesaikan tiap tindakanmu untuk membuat tren tersebut berkembang sesuai keinginanmu.

5. Kamu terobsesi dengan membuat segala sesuatunya sempurna

Terlalu obsesi
Banyak dari kita yang perfeksionis dalam sudut pandang kita masing-masing. Kita sering menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri. Kita mendedikasikan banyak waktu dan perhatian pada pekerjaan atau berusaha sekuat tenaga menjaga sosok diri dalam standar tertinggi. Dedikasi terhadap kesempurnaan seperti ini tidak diragukan lagi bisa membantu kita mencapai hasil. Dengan catatan, selama kita tidak terlalu terbawa selalu merasa kurang.

Solusi: Dunia nyata tidak menghargai para perfeksionis. Dunia nyata memberi apresiasi kepada orang-orang yang mampu menyelesaikan sesuatu sesuai persyaratan. Dan satu-satunya cara untuk menyelesaikan sesuatu adalah tidak sempurna 99 persen sebagian saat. Hanya dengan melalui latihan bertahun-tahun dan ketidaksempurnaan, baru kita bisa merasakan sekilas kesempurnaan. Jadi buatlah keputusan. Ambil tindakan. Belajar dari hasilnya. Dan lakukan metode ini berulang-ulang di semua lingkunganmu.

6. Kamu menunggu sampai kamu merasa 100 persen siap sebelum mengambil suatu kesempatan

Menunggu sampai 100 persen
Yang benar adalah tidak ada satupun orang yang merasa 100 persen siap ketika ada kesempatan. Karena mayoritas peluang besar dalam kehidupan memaksa kita untuk berkembang, secara emosional dan intelektual. Mereka memaksa kita untuk keluar dari zona kenyamanan kita, yang berarti kita tidak akan merasa benar-benar nyaman pada awalnya. Dan ketika kita merasa tidak nyaman, kita tidak merasa siap.

Solusi: Ingatlah bahwa momen peluang yang signifikan untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi akan datang dan pergi sepanjang hidupmu. Jika kamu ingin membuat perubahan positif dalam hidupmu, kamu perlu merangkul berbagai peluang ini meskipun kamu tidak akan pernah merasa 100 persen siap untuk itu.

7. Kamu memenuhi pikiranmu dengan terlalu banyak pilihan

Terlalu banyak pilihan
Beberapa studi bisnis dan pemasaran menunjukkan bahwa semakin banyak pilihan produk yang dihadapi konsumen, semakin sedikit produk yang biasanya mereka beli. Mempersempit produk pilihan terbaik dari tiga macam pilihan tentu jauh lebih mudah daripada mempersempit produk terbaik dari tiga ratus pilihan. Jika keputusan pembelian saja sulit untuk ditentukan, kebanyakan orang akan menyerah begitu saja pada pilihan masalah hidup.

Solusi: Jika kamu menjual sekumpulan produk, buatlah variasi pilihannya tetap sederhana. Dan jika kamu mencoba membuat keputusan hidup tertentu, jangan buang waktumu untuk mengevaluasi setiap detail dari setiap opsi yang memungkinkan. Pilih sesuatu yang menurutmu akan berhasil dan cobalah. Jika tidak berhasil, pilih yang lain dan terus maju.

8. Kamu kurang keseimbangan dalam hidupmu

Kurang keseimbangan
Jika kamu meminta orang untuk merangkum apa yang mereka inginkan dari kehidupan mereka, mereka akan mengeluarkan banyak kata-kata seperti 'Cinta,' 'Uang,' 'Sukses', 'Keluarga', 'Pengakuan', 'Damai,' 'Kebahagiaan,' dll. Semua hal ini sangat berbeda satu sama lain dan kebanyakan orang menginginkan semuanya dalam hidup mereka. Sayangnya, sebagian besar orang tidak menyeimbangkan kehidupan mereka dengan benar untuk mencapainya.

Solusi: Ketika kehidupan kerjamu (atau kehidupan sosial, kehidupan keluarga, dll.) sibuk dan semua energimu terfokus di hal tersebut, kamu memang akan sangat mungkin kehilangan keseimbangan. Meskipun dorongan dan fokus itu penting, jika kamu ingin menyelesaikan sesuatu dengan benar, kamu masih perlu menyeimbangkan berbagai aspek kehidupanmu. Benar-benar mengabaikan satu aspek demi aspek lainnya hanya akan mengarahkanmu pada frustrasi dan stres jangka panjang.

Nah itulah kecerobohan yang sering dilakukan orang pintar, yang mungkin saja termasuk dirimu. Semoga bermanfaat yaa

(Ref:wowuniknya.net, life.idntimes.com, berbagai sumber)
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.