Waspada! 3 Tanda-Tanda Produk Kencantikan Yang Bisa Merusak Wajah!

Baca juga:

Kecantikan adalah anugerah terindah bagi wanita. Kecantikan memiliki kemampuan magnetik luar biasa yang mampu meruntuhkan dunia laki-laki. Keagungan dan kekuasaan laki-laki dapat jatuh dan bertekuk lutut di bawah kakinya.

Maka dari itu banyak sekali wanita yang ingin selalu tampil cantik dan memukau untuk laki-laki. Banyak produk perawatan yang mereka gunakan agar tampil cantik dan selalu dikagumi. Eits..bagi kamu perempuan, jangan salah pilih ya produk kecantikan untuk kulit kamu. Bukannya kamu tambah cantik, bisa-bisa kamu malah merusak kulit mu. Yuk langsung saja simak tanda-tanda bahwa produk yang kamu gunakan itu bisa merusak wajahmu!

Kecantikan
Mengalami Sensasi Terbakar atau Tersengat Saat Menggunakan Produk Untuk Pertamakalinya

Menurut S. Manjula Jegasothy, MD, seorang dermatologis dan pendiri Miami Skin Institute, tidak peduli apakah pembersih wajah, masker atau lotion, tidak seharusnya produk perawatan kulit dapat menyebabkan kulit terbakar atau terasa seperti tersengat. Dikenal juga sebagai kontak dermatitis, reaksi ini adalah mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari bahan-bahan yang dianggap asing, tidak peduli apakah itu aroma, pengawet, atau zat adiktif lainnya.

Menurut Alan J. Parks, MD, seorang dermatologis bersertifikat dan pendiri dari DermWarehouse, beberapa enzim dan masker berbasis asam dapat menyebabkan sensasi kulit seperti tersengat sekitar 1 menit, namun jika kulit Anda seperti terkena api, jangan dibiarkan. Anda harus segera mencuci wajah. Bisa jadi Anda mengalami alergi dari bahan yang terkandung dalam produk tersebut, atau kulit Anda terlalu sensitif pada produk tersebut.

Kulit Menjadi Kering dan Mengelupas secara Berlebihan

Bila Anda mengalami masalah pada poin ini, terutama pada area di sekitar hidung dan ujung mulut, Anda mungkin hanya terlalu berlebihan dalam menggunakan produk jerawat seperti retinoid atau benzoyl peroxide. Retinoid topikal digunakan untuk membantu eksfoliasi kulit secara ringan, mengatur pematangan sel kulit, dan menyebabkan iritasi ringan pada kulit yang dapat mendorong pertumbuhan kolagen baru.

Hal demikian seperti yang dijelaskan oleh Tsipppora Shainhouse MD, dermatologis di Beverly Hills and Clinical Instructur di University of Southern California. Bahan tersebut digunakan dengan maksud untuk mengurangi munculnya garis-garis halus secara perlahan, bahkan pigmentasi kulit dan menebalkan kulit agar terlihat lebih muda.

Namun jika penggunaan bahan tersebut menyebabkan iritasi yang berlebihan, hingga titik di mana kulit secara terus-menerus seperti terkelupas, kulit menjadi kemerahan dan sensitif, kemungkinan besar itu bukanlah perawatan anti-penuaan yang baik untuk Anda. Peradangan kronis sebenarnya dapat membuat kulit stres dan mempercepat penuaan kulit.

Pada kondisi ini, Anda disarankan untuk mengurangi penggunaan resep retinoid dengan 1–2 kali seminggu dan lapisi kulit dengan pelembap yang lembut. Bila kondisi kulit menjadi terlalu iritasi, cobalah untuk mempertimbangkan memakai retinol yang berasal dari tumbuhan dengan formula lebih ringan. Namun jika tidak ada perubahan, pertimbangkan untuk menghindari produk topikal tersebut.

Kulit Mengalami Ruam dari Produk atau Mulai Melepuh Setelah Diaplikasikan

Mendapat sample produk kecantikan memang cukup menggoda, apalagi bila dikemas dengan eye-catching. Namun, hanya karena produk tersebut cocok untuk satu orang bintang iklan, bukan berarti produk tersebut dapat dipakai oleh semua orang. Ditambah lagi, bahan aktif magis yang digembar-gemborkan dalam produk tersebut bisa jadi mengandung bahan yang secara potensial dapat menyebabkan iritasi atau alergen yang berkontribusi pada masalah kulit.

Bila Anda mengalami ruam setelah mengaplikasikan produk tersebut, kemungkinan besar itu terjadi karena produk itu mengandung pengawet, aroma, atau bahan kimia yang disebut dengan acrylates. Untuk itu, baca selalu label yang tertera pada kemasan produk perawatan kulit yang akan Anda beli dan memastikan tidak ada bahan-bahan yang ditengarai dapat menyebabkan iritasi atau memicu sensitifitas kulit.

(Ref: wowuniknya.net, magazine.job-like.com, berbagai sumber)
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.