Alergi Udara? Yuk Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya!

Baca juga:

Alergi adalah respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang memiliki alergi memiliki sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap suatu zat biasanya tidak berbahaya di lingkungan. Ini substansi (serbuk sari, jamur, bulu binatang, dll) disebut alergen.

Biasanya alergi udara ditandai dengan reaksi kulit setelah terpapar udara dengan suhu tertentu atau udara berkualitas rendah. Biasanya dengan gejala berupa ruam pada kulit yang kemerahan, gatal, bengkak dan bentol-bentol.

Benjolan kecil kemerahan atau bentol di kulit bisa merupakan reaksi alergi terhadap bahan tertentu, seperti lateks dan detergen. Namun kadang, benjolan tersebut juga dapat muncul akibat terpapar udara panas, dingin, atau berpolusi.

Alergi udara
Alergi udara dimaknai sebagai reaksi kekebalan tubuh yang muncul setelah terpapar udara dengan suhu tertentu atau udara berkualitas rendah. Reaksi alergi yang muncul bisa hanya sekadar gatal, namun bisa juga berupa reaksi yang membahayakan nyawa.

Reaksi alergi terhadap udara panas disebut dengan cholinergic urticaria, sedangkan reaksi terhadap dingin dikenal sebagai cold urticaria. Reaksi yang ditimbulkan pada setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang hanya menunjukkan gejala ringan, ada juga yang sangat sensitif sampai mengalami perubahan tekanan darah hingga sesak napas dan pingsan. Reaksi ini disebut syok anafilaktik.

Gejala Alergi Udara

Gejala alergi udara muncul saat kulit terpapar perubahan suhu udara baik panas ataupun dingin. Selain itu, suhu air dan angin juga bisa memunculkan gejala.

Alergi udara panas

Pada alergi udara panas, kulit bereaksi terhadap hawa panas maupun keringat saat suhu tubuh meningkat. Selain disebabkan oleh udara panas, alergi juga bisa muncul setelah berolahraga, mandi air panas, memakai pakaian yang ketat, dan saat berkeringat akibat stres atau gugup.
Gejala alergi panas yaitu:
  • Kulit terasa gatal dan hangat.
  • Muncul benjolan merah kecil dengan lingkaran kemerahan di sekitar benjolan tersebut. Benjolan bisa muncul di wajah, punggung, dada, dan lengan. Benjolan bisa muncul dalam jarak berdekatan sehinga terlihat seperti bengkak.
  • Gejala di atas juga mungkin dibarengi dengan gejala lain, seperti sakit kepala, sesak napas, tekanan darah rendah, kram perut, dan detak jantung tidak teratur jika terjadi reaksi yang lebih berat.

Alergi udara dingin

Gejala alergi udara dingin tidak jauh berbeda dengan alergi udara panas yaitu:
  • Kulit kemerahan, terasa hangat, dan gatal pada area kulit.
  • Bagian tubuh yang mengalami kontak langsung dengan udara atau benda yang dingin akan membengkak. Misalnya tangan membengkak setelah menyentuh es dan bibir membengkak setelah minum air dingin.
  • Gejala yang ekstrem dapat mengakibatkan pingsan, jantung berdebar, dan pembengkakan anggota badan. Pembengkakan paling berbahaya bila terjadi di lidah dan tenggorokan, karena bisa menimbulkan kesulitan bernapas. Gejala biasanya muncul beberapa menit setelah terpapar dan dapat berlangsung selama 1-2 jam.

Alergi udara kotor (berpolusi)

  • Paparan udara kotor (berpolusi) menyebabkan tubuh sebagian orang menghasilkan zat pemicu reaksi alergi, sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk melawan zat tersebut. Pada alergi udara kotor, reaksi tubuh lebih umum muncul pada organ pernapasan daripada kulit.
  • Asap pembuangan pabrik, kendaraan bermotor, dan hasil pembakaran hutan merupakan sumber utama gas nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), dan partikel polusi (PM) yang berbahaya bagi pernapasan. Paparan nitrogen dioksida meningkatkan risiko serangan asma dan alergi, terutama bagi orang yang memang sudah memiliki asma. Penelitian menunjukkan bahwa risiko semakin meningkat jika tempat tinggal berjarak dekat dari jalan raya yang sibuk.
  • Risiko alergi udara kotor tidak hanya terjadi di luar rumah, tapi juga di dalam rumah dengan menjadi perokok pasif. Asap rokok merupakan sumber polusi paling berbahaya yang dapat meningkatkan risiko alergi dan asma. Dampak polusi udara pun banyak dirasakan oleh bayi dan anak-anak. Gejalanya berupa bersin-bersin, hidung berair, dan sering batuk pilek.

Cara Mengatasi Alergi Udara

Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh terhadap benda asing. Pada alergi udara, suhu udara tertentu menjadi faktor pemicu karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap perubahan suhu. Penanganan terbaik untuk alergi adalah dengan melakukan pencegahan.

Mencegah alergi udara dingin

  • Lindungi kulit dari perubahan suhu mendadak. Misalnya sebelum berenang coba celupkan dulu tangan atau kaki ke kolam, lalu tunggu reaksi kulit beberapa saat.
  • Hindari makanan dan minuman dingin untuk mencegah pembengkakan pada lidah dan tenggorokan.
  • Konsumsi obat antihistamin sebelum terpapar dingin, atau obat antialergi yang sudah diresepkan dokter.

Mencegah alergi udara panas

  • Jika gejala muncul setelah beraktivitas atau berolahraga, basahi kulit Anda dengan kain yang sudah direndam air atau cobalah mandi air yang sejuk.
  • Jika stres menjadi pemicu timbulnya alergi, kelola stres dan temukan cara untuk menenangkan diri.
  • Kenakan pakaian longgar agar tidak mudah kepanasan.
  • Karena Indonesia adalah negara tropis di mana suhu panas terjadi hampir sepanjang tahun, pasang kipas angin atau AC untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Mencegah alergi udara kotor (berpolusi)

  • Menggunakan masker pelindung merupakan salah satu upaya mencegah alergi udara kotor. Ada dua jenis masker yang bisa digunakan, yaitu masker N95 dan masker biasa (masker bedah).
  • Terkadang polusi udara tidak bisa dihindari, seperti pada kasus kebakaran hutan. Selain alergi udara, kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menyebabkan iritasi mata dan infeksi saluran napas. Dalam kondisi seperti ini, Anda disarankan untuk berpindah lokasi ke daerah yang tidak mengalami bencana atau udaranya lebih bersih, sampai gejala reda.

Tidak ada obat yang benar-benar bisa secara mutlak menghilangkan alergi udara, namun menghindari faktor pemicu, menciptakan lingkungan yang bersih, serta mengonsumsi obat antialergi seperti antihistamin, dapat mencegah dan mengatasi gejala yang timbul. Jika gejala terus berlanjut dan menganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan pada dokter.

(Ref: Wowuniknya.net, alodokter.com, berbagai sumber)
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.