Gula Merah atau Gula Putih? Yang Baik Untuk Penderita Diabetes?

Loading...
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman.

Sudah banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui, bahwa gula merah adalah sebagai pemanis alami ataupun sebagai bumbu masakan. Dan juga gula merah lebih baik dikonsumsi bagi kamu atau keluarga kamu yang menderita diabetes.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa gula merah yang berasal dari nira pohon kelapa ini memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan, seperti zat besi, mineral, zinc, kalsium, kalium, polifenol, antioksidan, serta inulin. Tidak hanya itu, indeks glikemik (IG) gula merah juga lebih rendah dibandingkan dengan pemanis lainnya. Sehingga wajar bila gula merah kerap dikonsumsi penderita diabetes.

Gula Merah dan Gula Putih
Manfaat Gula Merah Dibandingkan Gula Putih

Manfaat gula merah selama ini dianggap lebih baik dibandingkan gula putih, terlebih setelah diketahui memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, yaitu sekitar 54. Indeks glikemik sendiri adalah angka yang menggambarkan dampak makanan tertentu terhadap peningkatan kadar gula darah seseorang.

Indeks glikemik tinggi berada di atas angka 70. Artinya, karbohidrat dalam makanan cepat terurai dan melepaskan glukosa ke darah. Beberapa makanan dengan angka IG tinggi, antara lain:

  • Nasi putih.
  • Roti putih.
  • Roti gandum utuh.
  • Bubur nasi.
  • Bubur oat instan.
  • Kentang.
  • Kripik.

Sementara itu, angka 55 dan di bawahnya mengindikasikan sebaliknya. Makanan dengan angka IG rendah, seperti gula merah, pasta, kacang merah, kacang kedelai, buncis, jeruk, wortel, pisang, mangga, stroberi, dan kurma. Sedangkan gula putih atau sukrosa tergolong ke dalam IG menengah di kisaran angka IG 56-69.

Namun, perlu diingat bahwa angka IG pada makanan bisa berbeda pada individu satu dengan yang lainnya, tergantung dari bagaimana mengkombinasikan makanan yang akan dikonsumsi. Misalnya, indeks glikemik gula merah yang sebenarnya rendah dapat menjadi tinggi, bila dikonsumsi bersamaan dengan bahan makanan lain yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi.

Terlepas dari itu, dengan angka IG yang tergolong kecil, gula merah diklaim bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi pasien diabetes dibandingkan dengan gula putih yang angka IG-nya sedikit lebih tinggi.

Gula Merah Lebih Aman, Tapi Bukan Berarti Bebas

Meski gula merah tergolong aman dikonsumsi penderita diabetes. Bukan berarti gula merah lantas dapat dikonsumsi dengan bebas. Hal ini karena kandungan kalori pada gula merah hampir setara dengan gula putih, yaitu sekitar empat gram karbohidrat dan 16 kalori per sendok teh.

Di samping itu, gula merah yang beredar di pasaran juga bisa saja sudah dicampur dengan gula tebu dan bahan lainnya, yang membuat indeks glikemiknya menjadi tinggi. Oleh karena itu, bila ingin menggunakan gula merah sebagai pemanis, kuncinya adalah mengonsumsinya dalam jumlah terbatas. Bila Anda mengonsumsi gula merah secara berlebihan, tetap saja akan meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik dan obesitas.

Jika Anda penderita diabetes dan betul-betul sedang ingin menyantap camilan manis, Anda bisa memilih makanan alternatif yang sehat, seperti salad buah atau buah segar. Bila Anda tetap ingin memakai gula, apa pun jenis gulanya, perhatikan jumlah karbohidrat total di label produk. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan kembali rencana diet harian Anda sesuai dengan perhitungan karbohidrat dan kalori yang diperbolehkan. Jangan ragu berkonsultasi ke dokter gizi untuk mengetahui manfaat lengkap dari gula merah.

(Ref: wowuniknya.net, alodokter.com, berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.