Video/Gambar Kondisi Terkini Pasca Gempa dan Tsunami di Donggala & Palu

Loading...
Dilansir DW, Gempa itu terjadi pukul 17.02 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pukul 17.07 sempat mengaktivasikan peringatan dini tsunami, karena gempa bumi berpotensi memicu tsunami, antara lain di wilayah pesisir Donggala bagian barat (status Siaga), Donggala bagian Utara (status Waspada),  Mamuju bagian Utara (status Waspada) dan kota Palu bagian Barat (status Waspda).

Gempa Palu Donggala
Bagunan Rumah Yang Rusak Akibat Gempa Donggala & Palu

Status Siaga berarti bahwa Pemda diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Sedangkan status Siaga berarti Pemda agar mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Namun berdasarkan hasil pemantauan visual daan peralatan di laut selama sekitar 30 menit, tidak terpantau adanya perubahan tinggi muka air laut dan tsunami yang berarti, maka BMKG menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 17.39 WIB.

Dampak gempa dengan kekuatan 7,7 skala Richter itu dirasakan sangat keras. BNPT mengatakan berdasarkan analisis guncangan gempa dirasakan daerah di sekitar Kota Palu hingga ke utara di wilayah Kabupaten Donggala dengan intensitas gempa keras hingga sangat keras. Beberapa wilayah di Donggala meliputi daerah Parigi, Kasimbar, Tobolf, Toribulu, Dongkalang, Sabang, dan Tinombo memiliki intensitas gempa yang tinggi. iperkirakan di daerah ini banyak terjadi kerusakan.

Gempa dan Tsunami Donggala Palu
Kerusakan Yang Terjadi di Pesisir Donggala Akibat Gempa dan Tsunami
Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan instansi-instansi terkait lainnya. Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk segera menuju ke lokasi bencana.

Menurut laporan sementara, banyak bangunan roboh akibat gempa. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Saat peringatan dini tsunami diaktivasi, masyarakat merespon dengan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan. Gempa susulan terus berlangsung dengan kekuatan yang lebih kecil.

BPT mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebaiknya tidak berada di dalam rumah atau bangunan karena potensi gempa susulan dapat membahayakan. Masyarakat diimbau berkumpul di daerah-daerah yang aman. Hindari lereng-lereng perbukitan yang mudah longsor dan tetap menggunakan informasi resmi dari BMKG, BNPB dan BPBD.

Sedangkan gempa dengan magnitude 6 yang berpusat di darat pada kedalaman dangkal yang mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, dengan pusat gempa 2 km arah utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km terjadi pada Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00.00 WIB. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak.

Hingga saat ini petugas masih melakukan evakuasi. Pendataan dan penanganan darurat juga masih berlangsung, kata Sutopo Puro Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Berikut beberapa foto dan video yang berhasil kami rangkum dari media sosial dan  Twitter:









Mari sama-sama kita mendoakan saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu untuk diberikan kesabaran, keselamatan dan juga perlindungan dari Allah SWT, dan bantuan anda sekalian sangat membantu bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah ini.

(Ref: wowuniknya.net, Deutsche Welle, twitter, berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.