Mengapa Foto Orang Jaman Dahulu Tidak Ada Yang Tersenyum, Ini 5 Alasannya

Berfoto ria menjadi suatu kebiasaan yang lumrah di era modern seperti saat ini, dimanapun kapanpun jika suatu tempat tersebut mempunyai nilai maka orangpun akan berfoto ria ditempat tersebut.

Pernahkah Anda melihat foto orang pada zaman dahulu? Baik itu berfoto sendirian, atau bersama-sama pasti ada satu kesamaan.

Mereka nyaris tidak pernah senyum dalam kondisi apapun. Tentu kita bertanya-tanya apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Sebab, di zaman sekarang foto itu mudah sekali diambil dan kita kerap memamerkan senyuman kepada siapa saja di media sosial.

Lalu, apa penyebabnya?

Seperti dikutip dari laman Time, Selasa (6/11/2018), berikut 5 alasan mengapa foto orang zaman dahulu tak pernah memamerkan senyumnya:

1. Kondisi Gigi Yang Buruk

Tsar Nicholas II bersama keluarga tahun 1913 (Wikipedia/Public Domain)
Tsar Nicholas II bersama keluarga tahun 1913 (Wikipedia/Public Domain)
Salah satu kemungkinan sulitnya orang pada zaman dahulu tersenyum saat berfoto adalah karena masalah kesehatan giginya.

Banyak orang yang tidak sependapat dengan dugaan ini. Namun, Angus Trumble, Direktur National Portrait Gallery di Canberra, Australia, dan penulis A Brief History of the Smile menyakini jika hal itu benar.

Dia menyebut seseorang yang mengalami masalah pada gigi akan menutup kekurangannya apabila sedang difoto. Itu normal dan akan selalu dilakukan oleh setiap orang, kata Angus Trumble.

2. Proses Pengambilan Foto yang Lama

The Romanov (Wikipedia/Public Domain)
The Romanov (Wikipedia/Public Domain)
Beda dengan zaman sekarang yang apa-apa sudah praktis. Saat ini kita hanya perlu mengeluarkan ponsel lalu menekan aplikasi kamera dan foto sesuka hati.

Masyarakat pada zaman dahulu harus menunggu lama agar satu petik gambar bisa diambil.

"Jika Anda melihat proses awalnya, itu akan sangat rumit. Hal yang paling lama untuk dilakukan adalah proses pengaturan cahaya," ujar Todd Gustavson, kurator teknologi di Museum George Eastman.

3. Dianggap Tindakan Yang Tidak Sopan

Putri Tsar
Putri Tsar Narsis

Bagi masyarakat Indonesia, senyum adalah simbol dari keramahan. Suasana hati yang baik dan lainnya. Namun, bagi kau bangsawan pada zaman dahulu, memberikan senyum adalah hal yang tidak sopan.


Christina Kotchemidova, seorang profesor yang mempelajari budaya dan komunikasi yang menulis artikel tentang sejarah senyuman dalam fotografi.

Ia menyebut, ada alasan yang lebih dalam tentang adanya alasan tidak senyum pada foto. Bagi mereka, fotografi itu sama artinya dengan seni lukis -- bentuk seni yang harus digarap serius dan tidak boleh senyum.

Oleh karena itu, fotografer studio kelas atas akan menciptakan gambar yang elegan dan mengarahkan subjek bagaimana berperilaku dan menghasilkan ekspresi tenang.

4. Senyum Hanya Bagi Kalangan Rendah

Tsar Nicholas II dan keluarganya (Wikipedia)
Tsar Nicholas II dan keluarganya (Wikipedia)
Selain senyum dianggap tidak sopan, aktivitas sederhana ini dinilai hanya dilakukan oleh masyarakat dari kalangan bawah.

Mereka yang berasal dari keluarga ningrat harus tetap terlihat wibawa dan tidak boleh terlalu banyak senyum, apalagi difoto.

5. Tidak Ingin Merusak Hasil Foto

Raja terakhir Rusia, Tsar Nicholas II dieksekusi pada 17 Juli 1918. Konon, salah satu putrinya, Anastasia berhasil lolos.
Raja terakhir Rusia, Tsar Nicholas II dieksekusi pada 17 Juli 1918. Konon, salah satu putrinya, Anastasia berhasil lolos.
Ketika itu, proses pengambilan foto merupakan pengalaman paling langka. Tidak hanya itu, biaya untuk berfoto kala itu terbilang mahal.

Bisa jadi orang hanya berfoto sekali seumur hidupnya pada acara besar keluarga. Pemotretan itu dilakukan di dalam studio yang kemungkinan besar tidak bisa dilakukan oleh orang-orang tak berpunya.

Itulah yang menyebabkan mereka tidak ingin merusak hasil foto mereka dengan tersenyum.

Nah bagaimana sudah tau bukan infonya bagaimana orang dulu foto-fotonya tidak ada yang tersenyum, jangan lupa untuk ungkapkan reaksi kalian dibawah ini yak.

(Ref: wowuniknya.net, liputan6, time, berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.